Tentang

Nama saya Lal Ariyaratna Pinnaduwage. Saya mencintai fisika sejak saat sekolah dan menjadi seorang fisikawan. Saya adalah Ilmuwan Senior di Oak Ridge National Laboratory dan seorang Profesor Riset di University of Tennessee, Knoxville. Saya terpilih menjadi Fellow di American Physical Society pada 2004. Sejak pensiun di tahun 2009 saat berumur 55 tahun, saya telah melakukan pencarian untuk mengungkap Dhamma murni sang Buddha.

Walaupun saya seorang Buddhis dari lahir, saya tidak begitu “berlatih” sampai saya pensiun. Awalnya hanya untuk mencari tahu apa itu “Buddhisme” sebenarnya, dan bagaimana dibandingkan dengan agama lain di dunia.

  • Saya menyediakan penjelasan di atas sehubungan dengan memperlihatkan niat saya secara jelas. Saya juga bertujuan membuat situs ini “sesuai yang dialami” oleh diri saya. Saya akan menyebutkan secara spesifik yang belum saya alami. Saya akan merekam kemajuan saya di halaman-halaman situs ini sebaik mungkin. (Tidak semua orang akan mendapatkan pengalaman yang sama sehubungan dengan samadhi, jhana, atau magga phala).
  • Saya telah menemukan bahwa Buddha Dhamma berbeda bukan hanya dari agama-agama lain tapi juga banyak bentuk”Buddhisme” yang kita miliki sekarang. Pengaruh budaya dan agama lain telah mencemar bahkan versi Theravada.

Pada Juli 2013, saya tidak sengaja mengetahui tentang penafsira baru anicca, dukkha, anatta (sifat alami keberadaan). Hal tersebut adalah “bagian utama yang hilang” bagi saya. Saya tidak akan pernah melupakan perasaan gembira saya saat mendengarkan desana bersejarah itu dari seorang Thero pada 30 Juli 2013 di internet. Saya melakukan perjalanan ke Sri Lanka dan bisa mendapatkan informasi lebih banyak, walaupun saya tidak dapat bertemu dengan Y.M. Waharaka Abhayaratanalankara Theor yang telah menyingkap ajaran sebenarnya. Yang saya tampilkan di sini adalah gambaran lengkap, dengan masukan saya dari latar belakang sains.

  • Waharaka Thero telah meninggal pada 9 Februari 2017; baca, “Parinibbana Waharaka Thero“. Sejumlah besar desana miliknya tersedia di waharaka.com. Sayangnya desana-desana tersebut hanya tersedia dalam bahasa Sinhala.
  • Seperti dengan sains, di sini saya akan memperlakukan Buddha Dhamma sebagai sebuah teori dan mengeksplorasi apakah bisa menyediakan gambaran konsisten tentang dunia kita. Buddha Dhamma adalah pandangan dunia lengkap, dan prinsip-prinsipnya adalah hukum Alam. Para ilmuwan telah menyingkap hanya sebagian kecil dari hukum-hukum ini, dan hanya tentang materi. Tapi pikiran mendahului materi.

Satu-satunya harapan saya adalah bisa membuatmu merasakan pengalaman gembira yang telah saya nikmati selama beberapa tahun belakang ini dalam menyingkap Dhamma murni. Buddha Dhamma benar-benar untuk mereka yang ingin memperluas pandangan mereka. Kalian akan benar-benar mendapatkan manfaat dari situs ini jika kalian meninggalkan gagasan-gagasan apapun tentang “Buddhisme”.

  • Di atas segalanya, saya ingin menyampaikan kebenaran dari fakta bahwa seseorang BISA mengalami “pendinginan” atau “Nivana” atau “Nibbana” pada beberapa tingkat saat seseorang BELAJAR dan HIDUP dalam Dhamma murni. Hal tersebut bukan sesuatu yang untuk dicapai pada kehidupan-kehidupan masa depan tapi sesuatu yang seseorang BISA alami pada kehidupan sekarang ini dengan membersihkan pikiran. Yang saya jelaskan di sini adalah apa yang telah saya alami, sebagian besar.
  • Kebanyakan orang tidak suka berbicara tentang “pengalaman spiritual” mereka, dan itu dapat dimengerti. Tapi saya pikir hal tersebut bisa bermanfaat untuk orang lain jika saya menjelaskan kemajuan saya untuk mendapatkan gagasan tentang apa yang diharapkan; penjelasan singkat tentang kemajuan saya ada di “10. Mencapai Tingkat Sotapanna dengan Menghapus Ditthasava” dan tulisan-tulisan yang disebut di dalam. Ini juga akan menyediakan konteks untuk bahan yang ditampilkan di situs ini. Mohon sadar bahwa pengalaman setiap orang berbeda-beda.
  • Buddha Dhamma adalah sebuah penjelasan konsisten-mandiri tentang hukum-hukum Alam. Jika ada inkonsistensi di halaman-halaman ini, itu dikarenakan kesalahan saya sendiri, dan saya seharusnya bisa memperbaikinya. Saya memang memperbarui tulisan-tulisan di situs ini terus-menerus setiap peningkatan pengertian saya.

Sang Buddha mengatakan, “Sabba dānan Dhamma dānan jināti,” atau “Dana Dhamma melebihi dana-dana lainnya”. Mohon beri tahu yang lain mengenai situs ini jika kalian mendapatkan manfaat darinya.


Nama saya Randy Alidjurnawan. Saya adalah penerjemah dan pembuat situs ini, yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Saat membuat situs ini saya berumur 32 tahun dan baru mendalami Buddha Dhamma sekitar 2 tahun sebelumnya. Walaupun terlahir dari keluarga Buddhis, saya tidak pernah mendalami Buddha Dhamma karena “Buddhisme” di Indonesia lebih seperti agama leluhur yang kuno dan penuh dengan ritual-ritual dan kepercayaan-kepercayaan dibandingkan sebuah ajaran.

Perjalanan saya mendalami Buddha Dhamma dimulai dari pikiran egois saya untuk mempelajari dan membuktikan kepada orang lain betapa lebih baiknya Buddhisme dibandingkan agama lainnya. Namun semakin sering saya mendengarkan desana di vihara maupun melalui YouTube, mempelajari Abhidhamma dasar, melatih diri dan merenungi Dhamma, perasaan tersebut perlahan menghilang dan saat ini saya bahkan semakin bisa menghormati agama lain.

  • Penjelasan di atas bukan berarti dulu saya suka menghina atau tidak menghormati agama lain, tetapi karena banyak pertanyaan tentang Dhamma yang tidak bisa saya jawab ketika ditanyakan ke saya lalu saya diremehkan secara langsung, pikiran tidak baik tersebut muncul dalam diri saya.

Pada Juli 2019, saya tidak sengaja menemukan situs puredhamma.net saat mencari tentang Visuddhi Magga karya Buddhagosa yang buku pertamanya telah dicetak ke dalam bahasa Indonesia. Saat itu saya sudah cukup banyak berlatih dan mengalami kemajuan yang bisa lumayan saya rasakan, tapi tulisan-tulisan di situs ini sangat membuka pengetahuan dan pandangan saya terhadap Buddha Dhamma. Banyak hal yang saya ketahui sebelumnya ternyata agak berbeda, dan ketika saya merenungi hal tersebut, saya bisa merasakan perubahan yang cukup besar.

Karena alasan itulah saya mengirim email ke Lal dan meminta izin kepadanya untuk saya menerjemahkan situsnya ke dalam bahasa Indonesia agar saya bisa menyebarkan Buddha Dhamma dengan penjelasan yang dapat dengan mudah dimengerti bagi mereka yang mencari.

  • Sampai saat ini saya memang belum membaca seluruh tulisan yang ditulis oleh Lal, karena itu saya belum bisa mendapatkan manfaat yang lebih banyak lagi. Namun saya masih terus-menerus mempraktikkan apa yang telah saya ketahui agar tekad menjadi seorang Pemasuk Arus (Sotapanna) bisa tercapai.

Semoga situs ini dapat membantu para pembaca dari Indonesia semua. Jika ingin membaca tulisan lain yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalian bisa langsung mengunjungi situs bahasa Inggrisnya di puredhamma.net.