Gandhabba – Hanya di Alam Manusia dan Binatang

4 Juni 2016; direvisi 3 Oktober 2019

1. Ada banyak tulisan mengenai konsep penting gandhabba bukan hanya di seri ini, tapi tersebar banyak di situs ini, dan terutama di bagian “Gandhabba (Manomaya Kaya)“. Tulisan-tulisan ini membahas detail tentang bagaimana sebuah makhluk hidup melewati proses kelahiran kembali tanpa memiliki “jiwa” yang berubah, tapi tetap mempertahankan (selalu-berubah) karakteristik pribadi atau gathi.

  • Semuanya bermula dari sebuah tulisan tentang konsep dasar ini: “Apa Yang Reinkarnasi? – Konsep Sebuah Arus Kehidupan“.
  • Walaupun hal baik untuk mendapatkan gambaran tentang hakikat semua makhluk hidup di 31 alam, tapi tidak perlu mempelajarinya secara detail. Saya hanya ingin menyediakan gambaran lengkap dan saling-konsisten sesuai ajaran orisinal sang Buddha di bagian ini.
  • Namun, konsep gandhabba itu penting agar mengerti bagaimana kita terlahir kembali dengan tubuh fisik berbeda berkali-kali dalam satu eksistensi manusia (bhava manusia) yang bisa bertahan selama ratusan atau ribuan tahun; baca, “Bhava dan Jāti – Kondisi Eksistensi dan Kelahiran di Dalamnya“. Tidak seperti para deva dan brahma yang dilahirkan hanya sekali, kita hidup dan mati hanya untuk terlahir kembali sebagai manusia berkali-kali sebelum berpindah ke alam lain.

2. Pertama kita akan mengulas dua aspek utama mengenai 31 alam dan bagaimana memahami beberapa fitur khusus yang menonjol di antara alam-alam yang berbeda. Lalu kita akan membahas konsep sebuah gandhabba (yang berlaku hanya pada alam manusia dan binatang) secara detail.

3. Bagan berikut ini menunjukkan fitur utama tentang apa yang terjadi pada momen cuti-patisandhi (ketika sebuah makhluk hidup melakukan perpindahan dari satu bhava (eksistensi) ke yang lainnya, mari kita katakan dari seorang manusia menjadi seorang brahma.

  • Tanpa pengecualian, pada setiap momen cuti-patisandhi seperti itu, sebuah kammaja kaya baru terbuat oleh energi kamma mengisi sebuah eksistensi baru. Kammaja kaya ini SELALU memiliki sebuah hadaya vatthu, yang adalah dudukan pikiran (kualitasnya tergantung dengan alamnya).

4. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa hal penting yang terjadi di momen cuti-patisandhi adalah penghasilan dari kammaja kaya yang luar biasa kecil yang mengandung cetak biru untuk eksistensi baru. Pada titik tersebut, mekanisme “kelahiran” kira-kira terbagi menjadi tiga kategori seperti yang diperlihatkan di bagan.

  • Para brahma di alam rupi dan arupi (20 alam teratas) terlahir secara instan dengan hal lain yang sangat sedikit selain beberapa “elemen materi” berukuran suddhattaka. Fitur tubuh mereka dibahas di bawah, tapi fitur utama di sini adalah mereka terlahir secara instan di alam-alam tersebut dan hidup sangat lama sampai mati. Lalu momen cuti-patisandhi lain membawa makhluk tersebut ke bhava yang baru.
  • Satu-satunya perbedaan di 6 alam deva (di käma loka) dibandingkan dengan para brahma adalah mereka memiliki tubuh fisik (karaja-kaya) yang terbentuk dengan baik seperti kita. Namun, tubuh tersebut jauh lebih tidak padat, dan kita tidak bisa melihat mereka walaupun mereka berdiri tepat di depan kita.
  • Dikatakan bahwa seorang deva terlahir dengan tubuh setara dengan seseorang berumur 16 tahun dan makanan mereka adalah sebuah minuman disebut amurtha; mereka memiliki semua lima indera sensasi seperti kita dan kenikmatan sensasinya paling optimal yang tersedia di kama loka. Mereka juga hidup satu kehidupan itu sampai kematian lalu berpindah ke eksistensi (bhava) baru di momen cuti-patisandhi.
  • Ini menyelesaikan penjelasan terhadap kotak hijau di sisi kanan.

5. Apa yang terjadi di kotak hijau di kiri sedikit lebih rumit, karena setiap alam di apaya (empat alam terendah) agak berbeda. Kita akan membahas alam binatang bersama dengan alam manusia (kotak tengah) di bawah ini, jadi, mari kita bahas sekilas tiga alam terendah yang ditunjukkan oleh kotak hijau di kiri.

  • Yang terendah adalah niraya (neraka), di mana makhluk-makhluk terlahir dengan tubuh padat penuh seperti kita secara instan. Mereka mengalami pemotongan, pembakaran, dan penyiksaan bentuk lainnya tanpa henti dan mungkin mati berkali-kali sampai tak terhitung, hanya untuk dilahirkan kembali secara instan. Hanya saat energi kamma untuk eksistensi tersebut telah habis (biasanya setelah jutaan tahun) baru mereka bertemu dengan momen cuti-patisandhi berikutnya.
  • Para makhluk di alam peta juga terlahir secara instan dan bisa memiliki tubuh padat atau halus. Fitur pembedanya adalah penderitaan dikarenakan kelaparan.
  • Para makhluk di alam asura adalah makhluk-makhluk dengan tubuh besar yang sangat tidak aktif. Mereka juga terlahir secara instan dan hidup di kehidupan menyedihkan tersebut sampai momen cuti-patisandhi berikutnya.

6. Sekarang kita ke kotak hijau di tengah yang mewakili alam manusia dan binatang. Proses yang sedikit lebih rumit berada di sini. Di sini juga, sebuah makhluk dengan tubuh sangat murni tercipta di momen cuti-patisandhi seperti di alam-alam rupa loka; ini disebut sebagai gandhabba.

  • Sebuah gandhabba memiliki thrija kaya dasar dari seorang rupi brahma: kammaja kaya, cittaja kaya, dan utuja kaya, yang akan kita bahas secara detail di bawah. Sebagai tambahan, sebuah gandhabba bisa mendapatkan sebuah karaja kaya sangat murni (tubuh fisik) dengan menghirup aroma. Sehingga sebuah gandhabba lebih padat dari seorang rupi brahma; mereka memiliki tubuh yang kepadatannya lebih mirip seorang deva.
  • Sebuah gandhabba bisa berada di kondisi tersebut untuk bertahun-tahun sampai sebuah kandungan yang cocok tersedia, cth. kandungan (lebih tepatnya kondisi batin sang ibu pada saat itu) cocok dengan gathi dari si gandhabba. Evolusi dari si gandhabba di dalam kandungan dibahas di, “Apa yang Buddha Dhamma (Buddhisme) Katakan Mengenai Pengendalian Kelahiran?“. Lalu dia akan terlahir sebagai bayi yang baru, bertumbuh dan pada akhirnya tubuh fisik tersebut juga mati. Jika masih ada energi kamma yang tersisa untuk bhava-nya, maka si gandhabba meninggalkan tubuh mati tersebut dan menunggu kandungan yang baru. Proses ini berlanjut sampai energi bhava-nya habis, lalu dia akan melalui momen cuti-patisandhi untuk menerima bhava baru; lihat bagan di atas.
  • Selain masuk ke dalam kandungan, (dalam beberapa spesies binatang) gandhabba masuk ke dalam telur di dalam binatang perempuan. Ketika bertumbuh ke binatang dewasa dan mati, gandhabba keluar dan menunggu telur lain lagi. Prosedurnya sama dengan yang di atas.

7. Salah satu manfaat mempelajari tentang gandhabba adalah membantu membuang pandangan salah tentang “saya adalah tubuh fisik saya”.

  • Sebaliknya, sebuah tubuh fisik adalah singgahan sementara yang sebuah gandhabba gunakan untuk mengalami “kenikmatan indrawi” yang sering didambakan, khususnya mencium, makan, dan menyentuh (kebanyakan adalah seks). Sayangnya, tubuh manusia hanya bisa bertahan sekitar 100 tahun, dan setelah 50-60 tahun mulai masuk ke “mode pelapukan” dan kenikmatan indrawi tersebut mulai menghilang, dan pada akhirnya tubuh mati.
  • Lalu si gandhabba keluar dari tubuh mati tersebut dan menunggu kembali untuk sebuah kandungan yang cocok. Jika dan ketika dia tertarik ke dalam sebuah kandungan, tubuh fisik baru yang terbuat dipengaruhi juga oleh orang tua baru, sehingga bisa sangat berbeda dari tubuh sebelumnya. Bahkan saat berada di “bhava manusia” yang sama, tubuh-tubuh manusia kita bisa terlihat sangat berbeda dari satu kelahiran ke kelahiran lainnya (seperti yang dikonfirmasi oleh cerita-cerita kelahiran kembali).
  • Tentunya si gandhabba tidak tetap sama juga. Satu-satunya yang bisa disebut “pribadi” untuk gandhabba tersebut adalah gathi miliknya, dan itu juga berkembang.
  • Kira-kira seperti itu penjelasan singkat bagan di atas.

8. Seperti yang telah kita sebut di #4, kebanyakan bentuk kehidupan di 31 alam memiliki tubuh fisik yang luar biasa kecil. Bahkan, makhluk individu apapun di dalam 16 alam rupa loka dan 4 alam arupa loka berbobot kurang dari sepermilyar sebuah atom! Mereka bisa digambarkan lebih seperti paket energi.

  • Jika belum jelas dari tulisan-tulisan sebelumnya, kita mengingat kembali kalau seorang arupa loka brahma memiliki kammaja kaya yang terdiri dari hanya sebuah vatthu dasaka.
  • Para brahma rupa loka memiliki kaya dasaka dan bhava dasaka selain vatthu dasaka, dan dua pasada rupa untuk melihat dan mendengar; sehingga kammaja kaya mereka memiliki lima elemen berukuran suddhattaka. Seorang brahma rupa loka juga memiliki cittaja kaya (arus pikiran) dan utuja kaya (sangat murni).
  • Sehingga brahma yang manapun tidak bisa dilihat dengan mikroskop tercanggih kita saat ini.
  • Detail-detail ini dibahas di, “Jenis-Jenis Tubuh di 31 Alam – Pentingnya Manomaya Kaya“. Perlu diingat bahwa manomaya kaya, ketika merujuk kepada alam manusia dan binatang, sama dengan gandhabba.

9. Mari kita rangkum kembali pembuatan sebuah kammaja kaya sebuah gandhabba manusia. Dia memiliki hadaya vatthu (terdiri dari vatthu dasaka), bhava dasaka, dan kaya dasaka, dan empat pasada rupa (cakkhu dasaka, sota dasaka, gandha dasaka, jivaha dasaka).

  • Kammaja kaya ini intinya terdiri dari 7 suddhattaka dalam mode bramana (perputaran) dan paribramana (rotas) yang berbeda. Seperti itulah bagaimana mereka menjadi dasaka (unit dari sepuluh); baca, “31 Alam Yang Terkait dengan Bumi“.
  • Enam dari mereka menentukan indera sensasi dari sebuah gandhabba: vatthu dasaka adalah pikiran, dan kaya, cakkhu, sota, gandha, dan jivaha dasaka adalah “sensasi murni” yang berhubungan dengan tubuh, mata, telinga, hidung, dan lidah di tubuh fisik. Gandhabba bisa berinteraksi dengan dunia eksternal secara langsung melalu mereka ketika di luar tubuh fisik. Dia bisa mencium dan mengirup aroma yang memberikan sebuah tubuh fisik yang sangat murni. Namun, tubuh tersebut tidak cukup padat untuk menyentuh atau makan secara fisik.
  • Dasaka ketujuh adalah bhava dasaka, yang — bersama dengan kaya dasaka — menentukan jenis tubuh fisik seperti apa yang akan mulai dibuat ketika sudah di dalam kandungan. Sebagai contoh, jenis kelamin ditentukan oleh bhava dasaka, tapi perannya bukan hanya itu.

10. Segera setelah kammaja kaya terbentuk di saat cuti-patisandhi, pikiran menjadi aktif dan arus pikiran (cittaja kaya) mulai; pikiran awal hanyalah dikarenakan kamma vipaka, dan pikiran seringnya dalam kondisi bhavanga. Secara bersamaan, sebuah utuja kaya juga terbentuk oleh suddhattaka yang dibentuk oleh kammaja kaya dan cittaja kaya.

  • Sehingga segera setelah saat cuti-patisandhi, gandhabba memiliki tiga “tubuh” atau thrija kaya. Namun, cittaja kaya semuanya batin, dan kammaja kaya dan utuja kaya sangat murni, dengan “bobot” tergabung yang jauh lebih ringan dibandingan dengan sebuah atom di sains.
  • Tidak lama setelah “formasi awal” ini, si gandhabba bisa membangun tubuh fisik (karaja kaya) yang sangat murni dengan menghirup aroma (dari buah-buahan, pepohonan, dll). Tapi masih terlalu murni untuk dilihat dengan mata telanjang, tapi beberapa orang (terutama mereka dengan kekuatan abhinna) bisa melihat beberapa gandhabba yang “cukup padat”.

11. Tapi gandhabba ini selalu berada di bawah stres, karena tidak bisa menikmati kebanyakan kenikmatan indera yang didambakan dari manusia biasa: makan dan seks. Mereka bisa melihat orang-orang menikmati kenikmatan indera ini dan sangat frustrasi tidak bisa mendapatkan “tubuh fisik nyata”. Beberapa bisa bertahan dalam kondisi ini untuk bertahun-tahun jika kandungan yang cocok tidak tersedia (gandhabba binatang juga berada di situasi yang sama).

  • Dalam beberapa kasus mereka mungkin menghabiskan energi kamma untuk bhava manusia dan menjalani saat cuti-patisandhi lainnya tanpa mewarisi sebuah butuh manusia. Inilah mengapa seseorang berhutang budi kepada orang tuanya, tidak peduli seberapa buruk mereka.

12. Cerita tentang gandhabba semakin menarik (dan rumit) setelah melalui kelahiran pertamanya sebagai manusia biasa dan meninggal. Gandhabba yang keluar dari tubuh mati tersebut tentunya berbeda dari gandhabba orisinal. Kammaja kaya miliknya telah berubah karena abhisankhara apapun yang diolah oleh si manusia; jika dia ada jatah 1000 tahun energi kamma di saat cuti-patisandi, itu akan berkurang seiring berjalannya waktu.

  • Tentunya, tidak ada momen cuti-patisandi ketika seorang manusia meninggal dengan energi kamma yang masih tersisa. Kematian hanyalah kematian tubuh fisik. Gandhabba-nya keluar dari tubuh mati tersebut dan menunggu kandungan baru; lihat bagan di atas. Sehingga semua tiga komponen dari thrija kaya hanya berlanjut setelah “kematian manusia”.

13. Mari kita pertimbangkan beberapa fitur penting dari gandhabba yang keluar dari tubuh mati tersebut setelah kelahirannya sebagai manusia.

  • Kammaja kaya masih memiliki salinan dari tubuh fisik sebelumnya. Namun, ketika ia memulai tubuh fisik baru di kandungan baru, ia akan mengambil beberapa figur dari orang tua barunya juga (dan juga mungkin muncul kamma vipaka kuat manapun yang telah terkumpul di kehidupan-kehidupan sebelumnya). Sehingga tubuh fisik barunya adalah pertukaran antara ketiga pengaruh tersebut. Ia mungkin menyimpan beberapa fitur khas (tanda lahir atau luka tembakan, sebagai contoh, seperti yang kita temukan di kesaksian kelahiran kembali), tapi akan mendapatkan fitur-fitur baru juga dari orang tua baru (warna kulit, ukuran tubuh, dll).
  • Faktanya, gandhabba yang keluar dari tubuh yang mati hanyalah “versi berkabut dan murni” seseorang saat kematian. Seringnya mereka keluar dengan jejak pakaian yang dikenakan saat kematiannya, dan akan terlihat seperti itu. (dalam bentuk berkabut, hantu) sampai masuk ke dalam kandungan baru. Guru saya, Thero, telah melihat gandhabba orang-orang yang meninggal ratusan tahun yang lalu “mengenakan” kostum tua. Tentunya pakaian tersebut bukanlah pakaian fisik asli.

14. Karena cittaja kaya juga berlanjut, arus pikiran mereka berlanjut saja. Jadi, jika seseorang meninggal dalam sebuah kecelakaan, dia mungkin tidak akan langsung sadar kalau dia telah meninggal. Jika dia langsung meninggal karena sebuah tembakan, gandhabba-nya akan keluar dan melihat tubuh matinya sambil mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi. Dia bisa berharap untuk pulang dan mendapati dirinya mendadak sudah di rumah. Dan dia akan coba berteriak ke yang lain tapi tentu mereka tidak akan dengar. Dia akan coba menyentuh mereka, tapi tidak bisa. Dikatakan bahwa butuh tujuh hari untuk sebuah gandhabba untuk mengerti sepenuhnya apa yang telah terjadi dan berserah ke kehidupan barunya.

  • Inilah mengapa anak-anak bisa mengingat kehidupan lampau mereka. Tapi seperti kita yang mulai melupakan banyak hal dari bertahun-tahun lalu, mereka mulai lupa tentang kehidupan lampau mereka saat mereka semakin dewasa. Selain itu, lebih sulit untuk mengingat kehidupan lampu dibandingkan kehidupan saat ini.
  • Poin lainnya adalah kebanyakan kesaksian kelahiran kembali seperti itu adalah dari orang-orang yang mati muda dalam sebuah kecelakaan. Mereka yang tumbuh sampai tua, meninggal, menjadi sebuah gandhabba, dan terlahir kembali kecil kemungkinannya untuk mengingat kehidupan lampau mereka, karena pikiran mereka tidak setajam itu saat meninggal.