Panduan Pengguna Situs Pure Dhamma

8 Juni 2017; revisi 1 Oktober 2017

1. Pertama, bagi yang sudah kenal dengan Buddha Dhamma (Buddhisme), saya ingin menunjukkan tiga kesalahpahaman yang ditemukan saat ini. Mereka bukan hanya menghalangi jalan ke Nibbana, tapi juga micca ditthi (pandangan salah) yang bertanggung jawab untuk kelahiran kembali di alam apaya. Saya tidak sedang menakuti siapapun, tapi “membuat adhamma menjadi dhamma adalah pelanggaran serius.”

  • Penafsiran salah tentang anicca, dukkha, anatta: “Anicca, Dukkha, Anatta – Penafsiran Salah”.
  • Penafsiran salah tentang meditasi napas sebagai Ānāpānasati: “Apakah Ānāpānasati Meditasi Napas?”.
  • Bersikeras bahwa gandhabba (manomaya kaya) adalah konsep Mahayana: “Kondisi Gandhabba – Bukti dari Tipitaka”.

Penafsiran salah ini bukanlah kesalahan dari penganut Theravada saat ini; mereka telah diajari secara turun temurun selama ratusan tahun seperti yang dijelaskan di “Latar Belakang Sejarah”. Namun, tidak masuk akal untuk mematuhinya ketika bukti jelas telah ditunjukkan, seperti tulisan di atas dan yang lainnya di situs ini.

Pastinya, tidak ada yang bisa memaksa, “inilah satu-satunya kebenaran, dan tiada lainnya yang benar”, tapi kebenaran bisa dibuktikan oleh kepuasan seseorang dengan menyelidiki buktinya secara kritis. Saya terbuka untuk diskusi bukti valid sebaliknya. Kita harus memilah kebenaran demi manfaat bersama.

2. Sekarang, mari kita diskusi bagian mana yang bisa menjadi minat orang-orang dengan latar belakang yang berbeda tergantung dari pemaparan mereka terhadap Buddha Dhamma.

  • Bagian “Hidup Bermoral dan Mendasar” adalah permulaan baik untuk semuanya, karena dasar dari Buddha Dhama dibahas di sini. Tepatnya, sub-bagiannya, “Buddha Dhamma dan Buddhisme” dan “Konsep Dhamma” bisa menjadi informatif.
  • Sub-bagian di “Bekerja Menuju Kelahiran Kembali Yang Baik” memperlebar konsep yang didiskusikan di sub-bagian di atas, untuk menunjukkan bagaimana perbuatan seseorang perlu disesuaikan untuk mendapatkan kelahiran kembali di alam yang lebih tinggi, dan untuk menghindari kelahiran di alam rendah (apaya), dalam kasus seseorang tidak bisa mendapatkan tahap Nibbana apapun dalam hidup ini.
  • Bahkan bagi yang telah terpapar “Buddhisme” bisa sadar bahwa beberapa aspek mendasar telah disalahtafsirkan dalam banyak buku dan juga berbagai situs.

3. Bagian “Buddha Dhamma” adalah bagian yang lebih mendalam dari bagian yang disebut di atas. Bagian ini membahas dasar dari Buddha Dhamma, seperti pentingnya memurnikan pikiran seseorang dalam beberapa tulisan awal.

  • Buddha menjelaskan dunia lebih luas dengan 31 alam dan yang kita kenali hanya dua: alam binatang dan manusia: “Teori Manunggal Agung Dhamma”.
  • Lalu tulisan ini membahas bagaimana Buddha dapat melihat “gambaran besar” alam itu di “Buddha Dhamma: Tak-Terpahami dan Konsistensi-Mandiri”.
  • Dua tulisan “Jangka Waktu Sansarik, Kosmologi Buddhis, dan Teori Dentuman Hebat” dan “Bukti Kelahiran Kembali” mendiskusikan bagaimana kita telah melalui proses lahir/mati/kelahiran kembali dari waktu yang tiada awal.

4. Mereka yang telah terekspos terutama terhadap “Buddhisme Mahayana“, dua tulisan ini akan memberikan ide mengapa Mahayanasutrās sangat berbeda dari suttāsuttā yang dibabarkan Buddha: “Saddharma Pundarikan Sutra (Sutra Lotus) – Sebuah Analisis Mendalam” dan “Apa itu Sunyata atau Sunnata (Kekosongan)?”.

  • Detail lebih lanjut tentang bagaimana berbagai “aliran Buddhisme” — seperti Mahayana, Vajrayana (Tibetan), Zen, dll — berevolusi dalam 100 tahun setelah Buddha, dapat ditemukan di bagian “Latar Belakang Sejarah”.

5. Bahkan Buddhisme Theravada — yang disebut terdekat dengan ajaran orisinal Buddha — telah terkontaminasi seiring berjalannya waktu, terutama karena tiga alasan utama. Kita akan lis tiga hal tersebut dan membahas lebih banyak. Alasan pertama dikarenakan hilangnya penafsiran sejati dari sepuluh jenis miccā ditthi (pandangan salah).

  • Ada dua jenis Jalan Berunsur Delapan: duniawi dan adiduniawi (lokottara). Seseorang harus pertama-tama menyelami Jalur duniawi dengan menyingkirkan 10 jenis miccā ditthi; baca, “Buddha Dhamma – Dalam Sebuah Bagan” dan “Maha Chattarisaka Sutta (Khotbah Tentang Empat Puluh Besar)”.
  • Salah satu dari sepuluh miccā ditthi adalah “paralowa atau dunia gandhabba tidak ada”. Banyak orang pikir bahwa gandhabba adalah konsep Mahayana, tapi itu kesalahan besar; lihat di bawah.
  • Seseorang bahkan tidak dapat menyelami Jalan Berunsur Delapan duniawi kalau dia percaya bahwa paralowa dan gandhabba itu tidak benar.

6. Kedua, beberapa teknik meditasi Hindu — termasuk kasina dan meditasi napas — dimasukkan ke dalam ajaran Theravāda terutama setelah Visuddhimagga Buddhaghosa; baca, “Visuddhimagga Buddhagosa – Sebuah Analisis Terpusat”, dan tulisan lain yang mengacu ke sana.

7. Ketiga dan alasan paling penting adalah penerjemahan salah terhadap kata utama Pāli seperti anicca dan anatta oleh cendekiawan Eropa Awal pada tahun 1800-an; baca, “Penafsiran Salah Tentang Anicca dan Anatta oleh Cendekiawan Eropa Awal”.

  • Mari kita diskusikan secara ringkas tiga hal tersebut, dan menunjuk ke tulisan berhubungan yang lebih banyak.

8. Banyak orang tidak sadar bahwa konsep gandhabba (tubuh mental) adalah komponen penting dalam menjelaskan bagaimana hidup berfungsi di alam manusia dan binatang.

9. Mengenai masalah dengan Visuddhimagga Buddhaghosa yang diterbitkan 1500 tahun yang lalu — dua isu yang disebut di atas adalah:

  • Mengenai meditasi kasina yang dibahas di Visuddhimagga, tidak ada satu sutta di Tipitaka yang membahas meditasi kasina.
  • Mengenai meditas napas yang dibahas di Visuddhimagga, tidak ada di sutta manapun di Tipitaka yang membahas MEDITAS NAPAS. Sutta-sutta tersebut telah disalahartikan. Lebih lanjut, ada satu sutta di Tipitaka yang secara spesifik mengatakan meditasi napas bukanlah meditasi Ānāpānasati; baca, “Apakah Ānāpānasati Meditasi Napas?“.

10. Masalah penting dari translasi salah terhadap anicca dan anatta telah menghalangi banyak orang dalam membuat kemajuan selama 200 tahun. Saya sangat merekomendasi tulisan, “Anicca, Dukkha, Anatta – Penafsiran Salah“.

11. Sekarang mari kita melihat isu relevan untuk orang banyak yang masih awam dengan Buddha Dhamma. Banyak orang — terutama di negara-negara Barat — kesulitan dalam memercayai kelahiran kembali; baca, “Buddhisme tanpa Kelahiran Kembali dan Nibbāna?“.

  • Bagian, “Dhamma Hidup“, dirancang terutama untuk seseorang mulai mengikuti Buddha Dhamma tanpa harus memercayai konsep kelahiran kembali.
  • Dua sub-bagian awal di situ bagus untuk dibaca oleh semuanya. Seseorang bisa mengalami “pendinginan” asli bahkan tanpa harus memercayai kelahiran kembali.
  • Sub-bagian selanjutnya perlahan membawa seseorang ke konsep tingkat lanjut, dan bagian selanjutnya cocok bahkan untuk orang yang memiliki latar belakang banyak tentang Buddha Dhamma. Seseorang akan bisa mengklarifikasi konsep tingkat lanjut di sub-bagian lanjutan.

12. Setelah seseorang mulai melihat ke dalam Buddha Dhamma secara serius, sangat baik untuk mempelajari beberapa bahasa Pāli dasar. Pāli Canon, yang pertama kali disampaikan secara verbal lalu mulai ditulis 2000 tahun lalu, masih memiliki seluruh suttā seperti yang disusun oleh Buddha dan diingat oleh Y.A. Ananda.

  • Baca, “Pelestarian Dhamma” dan tulisan bersangkutan lainnya di “Latar Belakang Sejarah“.
  • Walaupun Buddha mendukung untuk menyampaikan Dhamma ke orang lain dalam bahasa masyarakat sekitar, ada beberapa kelebihan dalam mempelajari beberapa kata kunci Pāli, baca “Mengapa Perlu Mempelajari Beberapa Kata Kunci Pāli?“.
  • Khususnya, mempelajari arti dari beberapa akar kata kunci seperti “san” membuat perbedaan besar dalam mendapatkan pengertian dari kata-kata kunci seperti samsāra dan sammā, sub-bagian dari “San“.

13. Mempelajari arti yang benar dari suttāsuttā di Tipitaka adalah bagian penting dalam mempelajari Buddha Dhamma. Kebanyakan literatur saat ini, bahkan mengenai Theravāda, memiliki penerjemahan yang salah.

  • Bagian “Penafsiran-Penafsiran Sutta” membahas beberapa suttā inti di Tipitaka.
  • Ide yang baik untuk pertama membaca dua tulisan penting di bagian tersebut, “Sutta – Perkenalan” dan “Kamus Pāli – Apakah Mereka Dapat Diandalkan?“.
  • Ucapan Buddha yang pendek dan ringkas di Dhammapada menyediakan pandangan mendalam dalam ayat pendek. Beberapa akan dibahas di bagian “Dhammapada“.

14. Meditasi (formal dan informal) adalah bagian penting dalam mengikuti Jalan Buddha. “Bhävanä (Meditasi)” menyediakan rangkaian tulisan mengenai dasar meditasi dan juga topik tingkat lanjut.

  • Miskonsepsi genting yang umum hari ini adalah Ānāpānasati bhāvanā adalah meditasi napas. Ada beberapa tulisan yang membahas versi yang benar dan tulisan, “Apakah Ānāpānasati Meditasi Napas?” membahas bukti dari Tipitaka kalau meditasi napas bukanlah Ānāpāna.
  • Satipattāna bhāvanā dibahas di sub-bagian, “Maha Satipatthana Sutta“.

15. Buddha Dhamma didasari oleh prinsip sebab-akibat (sebab dan efek), yang dalam Pāli adalah Paticca Samuppāda. Prinsip ini dibahas di bagian, “Paticca Samuppāda“.

16. Pembacaan suttā dan menyebutkan nilai-nilai luhur Buddha, Dhamma, Sangha bisa menyiapkan pikiran seseorang untuk terbuka dalam mempelajari Dhamma, dan karena itu bisa menjadi bagian penting dalam latihan; baca, “Pembacaan Doa Buddhis“.

  • Bagian “Mitos atau Kenyataan?” juga penting, karena membahas banyak konsep dan praktik-praktik yang dianggap bukan milik Buddha Dhamma oleh sebagian orang.

17. Mereka yang ingin melihat seberapa cocoknya Buddha Dhamma dengan sains modern, bagian “Dhamma dan Sains” adalah sumber yang bagus.

  • Bagian tersebut menunjukkan konsistensi dan inkonsistensi dengan sains modern.
  • Sains modern harus terus merevisi atau mengeluarkan teori baru untuk menjelaskan banyakan fenomena dalam 500 tahun ke belakang, tapi Buddha Dhamma (dalam Tipitaka) masih terus sama selama 2500 tahun.
  • Prediksi saya adalah pada akhirnya, inkonsistensi yang tersisa akan terselesaikan juga dan mendukung Buddha Dhamma.

18. Bagian “Tabel dan Ringkasan” adalah koleksi tulisan penting yang meringkas potongan-potongan informasi atau “data” yang tidak perlu diingat, tapi bisa dibutuhkan untuk menjelaskan hal-hal secara detail.

19. Ada beberapa orang yang telah mempelajari Abhidhamma, atau ingin mempelajarinya. Bagi mereka, bagian “Abhidhamma” bisa membantu. Ada beberapa sub-bagian di bagian ini yang membahas berbagai topik.

  • Bagian “Abhidhamma melalui Sains” menyorot beberapa tumpang-tindih antara Sains Abhidhamma.
  • Salah satu topik favorit saya adalah Abhidhamma> Ketika seseorang telah jalan mengikuti Jalur sampai titik tertentu, mempelajari Abhidhamma bisa berguna, karena akan membantu mendapatkan pengertian lebih dalam.

20. Akhirnya, tapi yang terpenting, ada tiga sub-bagian penting yang membahas isu yang terlibat dalam mencapai magga phala (tahap-tahap Nibbāna). Tujuan utama situs ini adalah menyediakan bahan-bahan yang cukup bagi seseorang untuk mencapai tahap Sōtāpanna dari Nibbāna.

  • Pertama, konsep Nibbāna membingungkan orang banyak. Hal ini dibahas di beberapa tulisa di sub-bagian: “Nibbāna“.
  • Beberapa poin penting untuk dipertimbangkan bagia mereka yang sedang berusaha ke arah itu dibahas di sub-bagian: “Mencari Nibbāna“.
  • Tujuan pertama dari mereka yang mencari Nibbāna adalah tahap Sōtāpanna. Banyak konsep yang merupakan syarat-syarat untuk mencapai tujuan tersebut dibahas di sub-bagian: “Tahap Sōtāpanna dari Nibbāna“.
  • Bagian “Dhamma Hidup” dirancang terutama bagi seseorang untuk mulai mengikuti Buddha Dhamma bahkan tanpa memercayai konsep kelahiran kembali, terus sampai ke tahap Sōtāpanna. Orang-orang dengan latar belakang yang lebih dalam bisa mulai di sub-bagian selanjutnya, melompati yang di awal.